Senin, 13 Mei 2019

MERAIH KESUKSESAN DENGAN BERTANI BUNCIS


Kacang buncis atau buncis merupakan tanaman sayuran buah semusim yang termasuk dalam kelompok polong-polongan atau leguminosa. Buncis atau kacang buncis dalam bahasa latin disebut Phaseolus vulgaris, buah, biji dan daunnya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Di Indonesia terdapat 2 type tanaman buncis, yaitu tipe merambat dan type tegak. Tanaman buncis tipe tegak memiliki batang yang pendek dan tidak memerlukan lanjaran. Tinggi tanaman buncis tipe tegak hanya sekitar 60 – 70 cm, sama persis seperti pohon kacang hijau atau kacang kedelai. Sedangkan tipe buncis merambat tingginya bisa mencapai 3 meter dan harus menggunakan lanjaran pada budidayanya. Tanaman buncis banyak terdapat dihampir semua wilayah di Indonesia, terutama pada daerah-daerah sentra sayuran dan pada daerah dataran tinggi. Tanaman kacang buncis termasuk tanaman yang memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap iklim dan lingkungan.

1. Syarat Tumbuh Tanaman Buncis

Tanaman buncis secara umum bisa tumbuh disemua dataran, baik dataran rendah, dataran menengah maupun dataran tinggi sesuai dengan jenis varietasnya. Tanaman ini dapat dibudidayakan pada semua jenis tanah, seperti tanah lempung, tanah liat berpasir atau jenis tanah lainnya, dengan syarat tanah tersebut banyak mengandung unsur hara. Kacang buncis membutuhkan sinar matahari secara penuh sepanjang hari. Suhu optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman buncis antara 20 hingga 25 derajat celcius. Kacang buncis bisa ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau, memerlukan pengairan yang cukup namun tidak menyukai tanah yang terlalu becek. pH tanah yang cocok untuk tanaman buncis antara 5,0 hingga 6,5.

2. Persiapan Lahan Budidaya Buncis

Lahan untuk budidaya buncis terlebih dahulu dibersihkan dari rumput liar dan gulma. Kemudian tanah digemburkan dengan cara dibajak atau dicangkul. Agar mudah dalam perawatannya, buatlah bedengan atau guludan setelah tanah digemburkan. Bedengan dibuat dengan lebar 80 – 100 cm, tinggi bedengan 10 – 30 cm atau disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan antara 50 – 60 cm. Setelah bedengan selesai, kemudian lakukan pengecekan pH tanah, ambil beberapa sampel tanah secara acak pada beberapa titik. Jika setelah pH dicek ternyata dibawah 5, taburkan pupuk dolomit atau kapur pertanian dengan dosis yang disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini tips persiapan lahan budidaya buncis pada musim kemarau dan musim hujan :

a. Cara Budidaya Menanam Buncis di Musim Kemarau

Jika budidaya dilakukan pada musim kemarau, bedengan sebaiknya dibuat tidak terlalu tinggi. Bedengan yang tinggi cenderung akan membuat tanah lebih cepat kering, sebaliknya air akan bertahan lebih lama jika bedengan rendah. Namun drainase juga harus diperhatikan, jangan sampai air menggenang jika hujan turun.

b. Cara Budidaya Menanam Buncis di Musim Hujan

Jika budidaya pada musim hujan, sebaiknya gunakan mulsa plastik serta bedengan dibuat lebih tinggi. Tanaman buncis sangat peka terhadap genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab atau becek. Tanaman buncis lebih mudah terserang penyakit jika tanah terlalu lembab atau becek. Mulsa plastik bermanfaat untuk menjaga kelembaban tanah tetap stabil.

3. Pemberian Pupuk Dasar Budidaya Buncis

Agar tanaman buncis tumbuh dengan baik, berikan pupuk dasar setelah pembuatan bedengan selesai. Pupuk dasar untuk tanaman buncis adalah kompos/pupuk kandang, TSP, KCL dan ZA. Dosis pupuk dasar untuk 1000 lubang tanaman buncis yaitu ; 15 – 25 karung pupuk kandang, 20 kg TSP, 10 kg KCL dan 10 kg ZA. Dosis ini tidak baku dan bisa disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah. Jika tanah tidak terlalu subur, dosis bisa ditambah dan sebaliknya jika tanah subur dosis bisa dikurangi. Pupuk dasar kacang buncis ditaburkan secara merata diatas bedengan, kemudian pupuk ditutup dengan tanah atau diaduk hingga rata.

Jika budiadaya kacang buncis dilakukan menggunakan mulsa, biarkan bedengan/tanah tersiram air hujan terlebih dahulu sebelum pemasangan mulsa dilakukan. Kemudian biarkan selama kurang lebih 10 hingga 15 hari sebelum penanaman dilakukan.

4. Persiapan Benih Budidaya Buncis

Buncis merupakan tanaman sayuran semusim yang perbanyakannya dilakukan dengan biji. Benih buncis bisa diperoleh dengan cara membuat benih sendiri dari tanaman buncis pada musim sebelumnya. Pilihlah benih dari tanaman yang sehat dan baik serta memiliki buah yang paling lebat diantara tanaman lainnya. Biarkan buah buncis sampai tua dan mengering dipohon. Kemudian petik bakal benih buncis yang baik dan memiliki bentuk sempurna dan jemur hingga benar-benar kering, setelah kering buncis dikupas untuk mengambil bijinya. Seleksi biji buncis dengan membuang biji yang kurang baik, kempes atau kopong.

Agar hasil panen lebih maksimal, budidaya buncis sebaiknya menggunakan benih hibrida yang dapat diperoleh di toko pertanian. Benih hibrida biasanya sudah terjamin kualitasnya. Benih hibrida bisa menghasilkan buah yang lebat daripada benih buatan sendiri. Ada dua jenis type tanaman buncis yang ada di Indonesia, yaitu buncis type merambat dan buncis type tegak (tanpa lanjaran). Pilih tipe tanaman buncis sesuai dengan selera anda. Beberapa contoh merk benih buncis yang banyak beredar dipasaran antara lain ; benih buncis tipe tegak/perdu (Gipsy, Rancak, dll), benih buncis tipe merambat (Lebat-3, Perkasa, Inti-2, Utama, dll).


5. Cara Menanam Benih BuncisTanaman buncis 

Kacang buncis adalah tanaman sayuran yang diperbanyak dengan biji, yang bisa ditanam langsung tanpa disemai terlebih dahulu. Sebelum ditanam benih sebaiknya dicampur dengan insektisida terlebih dahulu. Gunanya untuk menghindari serangan hama perusak benih yang ada didalam tanah. Insektisida yang bisa digunakan contohnya lannate atau metindo, campurkan benih dengan insektisida secukupnya dan jangan terlalu banyak. Benih ditanam sedalam 2 cm kemudian ditutup dengan tanah, isi satu lubang 2 benih buncis. Satu bedengan/guludan diatanam 2 baris kiri dan kanan. Jika tanah dalam kondisi kering, benih yang sudah ditanam kemudian disiram secukupnya. Biasanya benih buncis sudah mulai berkecambah pada hari ke-3 sampai hari ke-5 setelah tanam. Jika tidak turun hujan, penyiraman harus dilakukan setiap hari sampai benih tumbuh semua. Pada musim hujan sebaiknya jarak tanam tidak terlalu rapat agar lingkungan sekitar tanaman tidak terlalu lembab.

Jarak tanam buncis:
a. Jarak tanam pada musim kemarau adalah 50 x 60 cm atau 60 x 60 cm.
b. Jarak tanam pada musim hujan adalah 60 x 70 cm atau 70 x 70 cm.

6. Pemasangan Ajir atau Lanjaran Tanaman Buncis

Apabila yang dibudidayakan adalah tipe tanaman buncis merambat, maka tanaman buncis tersebut memerlukan lanjaran. Lanjaran atau ajir sebaiknya sudah dipersiapkan sejak pengolahan lahan atau sebelum penanaman dilakukan, dan harus dipasang segera setelah penanaman selesai. Sebab tanaman buncis adalah tanaman sayuran merambat yang pertumbuhannya termasuk cepat, kita akan kewalahan jika lanjaran belum dipersiapkan jauh-jauh hari. Lanjaran bisa menggunakan kayu atau bambu, pasang lanjaran 1 lubang 1 lanjaran. Atau bisa mengadopsi model lanjaran kacang panjang yang menggunakan bahan tali dan benang. Lihat disini : Cara Praktis Membuat Lanjaran Kacang Panjang

7. Pemeliharaan dan Perawatan Budidaya Buncis

Pemeliharaan dan perawatan tanaman buncis meliputi ; penyulaman, penyiraman, dan penyiangan. Pada hari ke-7 setelah tanam biasanya benih buncis sudah tumbuh serempak, lakukan pengecekan jika pada hari ke-10 ada benih yang tidak tumbuh atau diganggu hama segera lakukan penyulaman. Penyulaman maksimal dilakukan sampai hari ke-15 setelah tanam. Perawatan selanjutnya adalah penyiraman, lakukan penyiraman sesuai dengan kebutuhan tanaman dan jangan sampai tanaman buncis kekeringan. Jika budidaya pada musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Tanaman buncis akan menghasilkan buah yang lebat jika kebutuhan air cukup, dan bunga akan rontok jika tanaman kekurangan air. Maka dari itu, salah satu teknik budidaya buncis agar berbuah lebatadalah dengan mencukupi kebutuhan air. Begitu juga sebaliknya, jika tanah terlalu basah atau becek buah tidak akan lebat karena bisa menyebabkan rontoknya bunga dan bakal buah buncis. Selanjutnya adalah penyiangan, yaitu membersihkan gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman. Jika gulma dibiarkan, pertumbuhan tanaman buncis akan terganggu karena terjadi persaingan dalam memperoleh nutrisi yang tersedia didalam tanah. Penyiangan bisa dilakukan beberapa kali dalam satu musim tanam.

8. Pemupukan Susulan Tanaman Buncis

Agar tanaman buncis dapat tumbuh dengan optimal dan berbuah lebat, kebutuhan nutrisi tanaman haruslah tercukupi dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman perlu dilakukan pemupukan susulan. Pupuk yang digunakan untuk buncis antara lain NPK 16, TSP, KCL, ZA dan pupuk lainnya yang dibutuhkan tanaman. Pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman berusia 2 – 3 minggu setelah tanam. Pemupukan bisa dilakukan dengan cara dikocor atau ditabur. Pupuk ditaburkan pada sekeliling pangkal batang tanaman buncis dengan jarak 15 cm dari pangkal batang. Dosis dan jenis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan kondisi atau tingkat kesuburan tanaman. Jika daun tanaman buncis terlihat hijau dan subur, kurangi penggunaan pupuk nitrogen.

Gunakan pupuk dengan kandungan phosphat (P) dan kalium (K) tinggi jika tanaman buncis memasuki masa generatif, yaitu ditandai dengan munculnya bunga. Untuk memenuhi kebutuhan tanaman buncis akan unsur hara mikro, semprot tanaman menggunakan pupuk daun. Contoh pupuk daun yang bisa digunakan misalnya, gandasil, bayfolan, grow more, supergrow atau yang lainnya.

9. Pemangkasan Daun dan Tunas Buncis

Upaya agar tanaman buncis berbuah lebat lainnya adalah dengan pemangkasan. Pemangkasan yang dimaksud adalah pemangkasan daun dan tunas yang tidak diperlukan. Jika tanaman terlalu subur dan rimbun, maka tunas bawah dan daun bawah harus dipangkas. Ini dimaksudkan supaya nutrisi yang diserap tanaman terfokus pada pembentukan bunga dan buah yang pada akhirnya akan menghasilkan tanaman buncis yang berbuah lebat. Daun yang dipangkas adalah daun-daun yang tua dan daun yang terserang penyakit, dimulai dari daun yang paling bawah. Sedangkan tunas yang dipangkas adalah tunas-tunas yang paling bawah, pangkas 5 – 6 tunas paling bawah jika tanaman buncis terlalu rimbun. Pada tanaman yang terlalu subur dan rimbun nutrisi akan terfokus pada daun dan tunas dan secara otomatis bunga dan buah berkurang.

10. Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Buncis

Bagaimana agar tanaman buncis berbuah lebat? Salah satu caranya adalah dengan menjaga tanaman tetap sehat dan terbebas dari gangguan hama dan penyakit. Penanggulangan hama dan penyakit adalah salah satu faktor penting dalam kegiatan budidaya tanaman apapun, termasuk juga tanaman buncis. Gangguan hama dan penyakit bisa menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman, menurunnya produktifitas tanaman, menurunnya hasil panen bahkan kegagalan panen. Beberapa hama yang sering ditemui pada tanaman buncis antara lain ; ulat grayak, ulat daun, ulat buah, ulat bunga, kumbang perusak daun, lalat kacang, penggerek polong, kutu daun dan lalat buah. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang sesuai secara rutin.

Selain hama, organisme pengganggu tanaman lainnya yang sering menyerang tanaman buncis adalah penyakit. Penyakit tersebut bisa disebabkan oleh cendawan/jamur, bakteri atau virus. Penyakit yang sering ditemui pada tanaman buncis antara lain embun tepung, penyakit mosaik, penyakit layu bakteri dan penyakit layu fusarium. Pengendalian bisa dilakukan secara teknis dan penyemprotan fungisida atau bakterisida yang sesuai. Pengendalian dengan kultur teknis yaitu mencabut dan memusnahkan tanaman buncis yang terserang penyakit. Untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman buncis secara lengkap dan jelas, akan saya bahas pada postingan selanjutnya.


11. Panen Budidaya BuncisBuah buncis siap panen

Pada usia 25 – 30 hari setelah tanam, tanaman buncis sudah mulai berbunga. Dan kacang buncis sudah bisa dipanen pada usia 45 atau 50 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan. Buah buncis siap panen adalah buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlelu tua. Pemanenan buncis bisa dilakukan setiap 2 hari sekali, dan bisa dipanen setiap hari jika budidaya dilakukan dalam skala besar. Apalagi jika budidaya dimusim penghujan, buah buncis lebih cepat besar. Dalam satu musim tanam, buncis bisa dipanen 20 hingga 25 kali, tergantung kondisi tanaman dan teknik perawatannya. Budidaya buncis pada musim kemarau biasanya tanaman lebih cepat menua dan masa panen lebih pendek.

Sabtu, 11 Mei 2019

CARA SUKSES BUDIDAYA UBI JALAR


Ketela rambat atau ubi jalar (Ipomoea batatas) ternyata menyimpan rahasia besar yang selama ini belum diperhitungkan oleh banyak orang. Berdasarkan penelitian tanaman ini mempunyai kandungan gizi yang besar, karbohidrat, protein, vitamin dan kandungan lainnya, informasi detail silahkan cari di wikipedia atau referensi lain.

Ini bukan membahas masalah kandungan gizi, manfaat kesehatan ataupun hasil kreasi makanan olahan tetapi masalah hasil budidaya ubi jalar yang luar biasa. 

Sebelum menghitung hasil analisa usaha, akan saya ulas sedikit mengenai ubi jalar.
Tanaman ubi jalar adalah tanaman merambat, panjang batang bisa menjalar sampai sekitar 1 meter. Jika tidak dirambatkan maka tingginya hanya sekitar 20 cm saja. Dalam satu batang bisa berkembang menjadi 5 batang atau lebih. Jenisnya bermacam-macam, warna kulit ada yang merah, ungu dan putih. Bentuk daun menjari seperti singkong dan ada pula yang lebar seperti daun pohon Gmelina.

Cara budidaya ubi jalar dimulai dengan pemilihan jenis tanah. Pilihlah tanah yang benar-benar gembur dg struktur tanah berpasir seperti bekas abu vulkanik. Tidak semua ladang atau tegalan berpasir karena tanah liat seperti sawah sangat tidak cocok. Cara termudah menguji tanah adalah sebagai berikut, basahi tanah lalu ambil segenggam kemudian kepal dengan kuat, kepalan tanah lalu dilempar. Kalau tanah berpasir tanah sekepal tersebut akan mudah hancur, jika tanah liat maka akan tetap menggumpal.

Setelah menemukan lahan yang cocok selanjutnya ditaburi pupuk kandang sebagai pupuk dasar sebanyak 20 ton atau sekitar 4 truk. Sebelum dibajak lahan sebaiknya diairi sampai terendam dan biarkan satu malam. Lahan lalu dibajak dengan traktor atau sapi supaya gembur dan pupuk dasar bercampur dengan sempurna dengan tanah. Jenis bajak yang cocok untuk tujuan ini adalah singkal. Lahan yang sudah dibajak kemudian dibuat guludan memanjang lahan dengan jarak antar guludan 80 cm - 100 cm, tinggi guludan kira-kira 30 cm. Buat saluran kecil sedalam 5 cm diatas guludan dan taburi pupuk NPK lalu timbun lagi dengan tanah. Kebutuhan pupuk NPK sekitar 100 kg (2 karung). Pengerjaan ini membutuhkan tenaga kerja sebanyak 3 orang selama 3 hari.

Siapkan stek atau potongan ubi jalar sepanjang 20 cm. Hitung kebutuhan stek per hektar, jika jarak antar tanaman 30 cm maka 1 guludan sepanjang 100 m adalah 333 stek, jika jaran antar guludan 1 m maka ada 100 guludan per hektar. Jadi kebutuhan bibit adalah 333 x 100 = 33.300 stek.

Cara menanam stek sangat mudah, tinggal tancapkan batang bawah sedalam 5-7 cm kedalam guludan, atur jarak antar stek 30 cm. Dengan kondisi tanah masih basah maka stek tidak usah disiram. Dalam beberapa hari daun stek akan layu, dari batang keluar akar baru dan di ketiak daun akan muncul tunas baru. Penanaman ini membutuhkan 3 tenaga kerja selama 1 hari.

Umur panen ubi jalar adalah 3,5 bulan (105 hari). Ciri-cici ubi jalar yang sudah siap panen adalah warna batang dan daunnya mulai banyak yang menguning, sudah keluar bunga berbentuk terompet, jika tanaman dibongkar umbinya sudah sebesar lebih dari kepalan tangan orang dewasa. Jika sudah waktunya maka pemanenan dilakukan dengan cara membongkar guludan ke kanan atau kekiri. Hati-hati saat membongkar dengan cangkul karena bisa melukai umbi ubi jalar.

Lahan bekas panen ubi jalar dapat digunakan lagi dengan cara membuat guludan baru tanpa pemupukan lagi. Penggunaan lahan untuk penanaman ubi jalar ini bisa dilakukan selama 3 kali dalam setahun berturut-turut dengan pemberian pupuk cukup 1 kali pada saat tanaman pertama. Setelah 3 kali pemakaian maka tanah sudah banyak kehilangan unsur haranya sehingga berlu diselingi dengan tanaman palawija kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang tunggak, kacang panjang, kedelai atau jagung.


Terdapat tiga jenis ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang populer dibudidayakan di Indonesia, yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Beberapa varietas ubi jalar yang populer antara lain cilembu, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan.

Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Suhu ideal bagi tanaman ini adalah 21-27oC dengan dengan curah hujan 750-1500 mm per tahun. Budidaya ubi jalar memerlukan penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari.

Di Indonesia, budidaya ubi jalar mencapai produktivitasnya yang paling optimal bila ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Namun, tanaman ini masih bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian di atas 1000 meter, hanya saja jangka waktu tanam hingga panen menjadi lebih panjang.

Penyiapan bibit ubi jalar

Penyiapan bibit dalam budidaya ubi jalar bisa dilakukan dengan dua cara, yakni cara generatif dan vegetatif. Pertama adalah perbanyakan melalui umbi. Caranya pilih umbi berkualitas baik dan sehat, kemudian dibiarkan di tempat lembab dan teduh hingga keluar tunasnya.

Tunas yang keluar dari umbi dipotong dan siap untuk dibesarkan. Cara generatif jarang dilakukan dalam budidaya ubi jalar skala luas. Cara ini dipakai untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas. Atau untuk mengembalikan sifat-sifat unggul sang induk.

Cara kedua adalah perbanyakan vegetatif dengan distek. Calon indukan diambil dari tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Caranya, potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Papas sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh.

Perbanyakan dengan cara stek batang secara terus menerus akan menurunkan kualitas tanaman. Oleh karena itu, perbanyakan dengan stek hanya dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman.

Pengolahan tanah untuk budidaya ubi jalar

Kondisi tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar adalah tanah lempung berpasir, gembur, banyak mengandung hara dan memiliki drainase yang baik. Budidaya ubi jalar pada tanah kering dan retak-retak, akan menurunkan imunitas tanaman. Tanaman mudah terserang hama dan penyakit. Sebaliknya bila ditanam ditempat becek atau basah, umbinya akan kerdil, kadar serat tinggi, umbi mudah busuk dan bentuknya benjol.

Derajat keasaman tanah yang ideal untuk budidaya ubi jalar sekitar 5,5-7,5 pH. Tanaman ini tumbuh baik pada lahan tegalan atau bekas sawah. Pada lahan tegalan, budidaya ubi jalar cocok dilakukan diakhir musim hujan. Sedangkan untuk lahan sawah lebih cocok pada musim kemarau.

Budidaya ubi jalar relatif tidak membutuhkan pupuk yang banyak. Apalagi bila ditanam di lahan bekas sawah. Sebelum menanam ubi jalar, hendaknya tanah dibajak atau dicangkul supaya gembur. Kemudian bentuk bedengan setinggi 30-40 cm. Buat lebar bedangan 60-100 cm dengan jarak antar bedengan 40-60 cm. Panjang bedengan mengikuti bentuk lahan.

Untuk budidaya ubi jalar secara organik, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang yang bagus adalah campuran kotoran ayam dan sapi atau kambing yang telah matang. Campurkan pupuk pada saat pembuatan bedengan dengan dosis 20 ton per hektar.

Penanaman ubi jalar

Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas satu hektar.

Di awal pertumbuhan usahakan jaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.

Pemeliharaan dan perawatan

Tanaman ubi adalah tanaman yang tahan kekeringan. Intensitas hujan dua minggu sekali sudah cukup memberikan asupan air. Sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus.

Setelah 2-3 minggu penanaman, periksa keseluruhan tanaman. Apabila terdapat tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati dan menggantinya dengan stek batang yang baru.

Pada umur 4 minggu setelah tanam, lakukan pembongkaran tanah di kiri dan kanan tanaman, radius10 dari tanaman. Hal ini dimaksudkan supaya akar tanaman tidak menjalar kemana-mana sehingga umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman. Aktivitas ini dilakukan sekaligus dengan menyiangi gulma.

Pada umur 6-8 minggu setelah tanam, tanah yang dibongkar tadi kemudian ditutup kembali sambil merapikan akar-akar yang menjalar keluar dari jalur penanaman. Kegiatan perapihan akar ini penting karena jika menjalar kemana-mana, umbi yang dihasilkan tidak akan terlalu besar. Jika akar tidak ditertibkan, bisa jadi umbinya banyak namun ukurannya kecil-kecil.

Pemanenan budidaya ubi jalar

Pemanenan ubi jalar bisa dilakukan pada umur 3,5-4 bulan. Perhatikan cuaca saat menjelang panen, atau umur tanaman di atas 3 bulan. Umbi siap panen yang tiba-tiba tertimpa hujan deras biasanya akan membusuk. Hal ini terjadi pada budidaya ubi jalar yang dilakukan di musim kemarau. Apabila terjadi hal tersebut segera lakukan pemanenan, maksimal 7 hari setelah hujan.

Panen dikatakan berhasil jika tiap satu bibit yang ditanam minimal menghasilkan 1 kg umbi. Secara umum tanaman ubi jalar yang baik dan tidak terserang hama akan menghasilkan umbi lebih dari 25 ton per hektar. Bahkan pada ubi jalar varietas tertentu seperti kalasan bisa menghasilkan hingga 30-40 ton per hektar.

Saatnya yang kita tunggu-tunggu menghitung hasil usaha ubi jalar. Dengan hitungan dalam 1 tahun 3 kali panen dengan harga Rp. 4.500 / kg. (harga di ladang)
Bagaimana menurut anda luar biasa bukan?

Teknik Menanam Tanaman Porang Prospek Yang Menjanjikan


Porang menjadi primadona bisnis, tanaman ini memiliki ciri-ciri yang sangat jelas sekali berbeda dengan tumbuhan umbi lainnya. Tumbuhan herbal ini memiliki batang yang tegak dan lunak. Tumbuhan ini memiliki batang halus berwarna, seperti hijau atau hitam. Di batang halus itu juga terdapat totol-totol putih. Di Indonesia sendiri tanaman porang ini memiliki nama-nama yang berbeda yang disesuaikan dengan daerah asalnya.


Karena nama porang bisa berbeda-beda disetiap daerah, maka ada baiknya untuk mengetahui nama-nama tersebut. Di tanah sunda, porang dinamakan acoan oray atay acung. Di daerah Jawa Timur, lebih tepatnya Nganjuk, porang diberi nama kairong. Selain nama acoan oray dan kairong, orang-orang di berbagai daerah mengenalnya dengan nama suweg, walur dan iles-iles. Selain nama-nama yang berbeda, penanaman porang juga berbeda-beda ditentukan oleh kesuburan tanah.

Budidaya Porang

Porang ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan dan industri. Oleh sebab itu, produksi porang sedang digalakkan agar mampu memberikan stok yang cukup untuk permintaan porang dari berbagai daerah. Nah berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara budidaya porang, sebenarnya porang dapat tumbuh di jenis tanah apa saja. Tapi porang akan tumbuh dengan baik di tanah yang memiliki naungan. Contohnya ialah dibawah pohon jati, mahoni dan sengon.

Teknik Perkembangbiakan 

Ada beberapa teknik yang bisa dipakai untuk membuat bibit porang. Teknik budidaya porang yang pertama bisa dengan menggunakan biji. Perlu diketahui bahwa porang akan berbunga pada periode 4 tahun. Bunga tersebut akan berubah menjadi buah dan kemudian menghasilkan biji yang baik dikembangbiakan pada musim hujan.

BACA JUGA


Teknik yang kedua ialah dengan bintik yang ada di antara batang dan cabang porang. Bintil yang dipanen ternyata bisa disimpan dan ditanam kembali sebagai bibit porang. Teknik yang ketiga yaitu dengan menggunakan umbi. Umbi porang yang dipanen, dapat ditanam kembali. Umbi ini menggunakan cara tanam di lahan pertanian.

Tanam Sekali

Cara menanam yang baik tentu saja dibawah naungan pohon-pohon besar seperti pohon jati di kawasan perhutani. Dengan menggunakan sistem bercocok tanam seperti itu penduduk sekitar tidak akan merusak tanaman perhutani lainnya.

Selain itu cara ini juga memanfaatkan lahan yang kososng untuk menghasilkan uang yang banyak setiap tahunnya. Porang cukup ditanam pada lahan di sekitar pohon jati yang rindang. Porang ternyata cukup ditanam sekali, lalu tinggal melakukan pemeliharaan dan memanen. Umbi akan tumbuh lagi setelah panen dengan meninggalkannya dilubang semula.

Memilih Umbi

Porang dapat dipanen setelah 3 tahun tumbuhan tersebut ditanam. Cara memanennya ialah dengan mengambil umbi yang paling besar dari tumbuhan tersebut. Umbi yang kecil dibiarkan saja di lahan pertanian agar pada saat musim hujan umbi tersebut dapat tumbuh lagi. Setelah umbi yang besar diambil dan dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian dipotong, diiris, lalu dijemur. Cara mengiris menentukan kualitas porang.

Kualitas Porang

Jika salah mengiris dan porang tidak kering pada saat penjemuran maka akan timbul jamur. Timbulnya jamur pada irisan porang tentu saja akan merugikan. Nilai tukar rupiah akan menurun karena kualitas irisan porang tidak bagus dengan adanya jamur. Untuk diketahui porang membutuhkan banyak sekali perhatian mulai dari menanam, memeliharan dan melestarikannya kembali.

Jumat, 10 Mei 2019

Succulents and Cacti at Altitude



By Jan Boone
Many of us have a quiet sunny corner in a room where favorite winter houseguests have camped out for the past 5 months or so.  These are the best kind of guests because all they require is sun, occasional water and loving words as we pass by.  As much as we enjoy their presence in that sunny corner, it’s getting time to consider who can maybe return to outside decks, who needs a new container and who is tolerant enough to be planted outside in the sun.  Succulents provide diversity in colors, shapes and textures in our gardens and decks.
                                                
Photo by Jan Boone
Whether inside or outside, start with the premise that for the most part succulents & cacti demand attention to 3 fundamental basics in order to survive our high, cold and dry growing zones. These include light (depending upon varieties, at least 4 hours of direct sun and afternoon shade); soil to promote drainage since soggy roots simply produce root rot or fungus; and lastly, water.  While many cultivars are drought resistant perennials, it’s important to know plant water needs may require a more selective approach, especially when planting adjacent to one another. Watch to see what your plants tolerate. Succulents store their water in their fleshy leaves or stems and we all know when the temperature drops, those leaves may freeze and the plant is damaged or killed.  

A fourth area of consideration is the more common type of insect infestations you may discover before you start shifting containers or planting for the summer season.  These can include mealy bugs, whitefly, scale, aphids and some mites.  Inspect your plants closely.

Whether in smaller terrariums or larger outside settings, cacti are most selective about their clay soils, good drainage and limited watering needs.  Ball and barrel shapes may add diversity to your decks or rock gardens but winter protection is essential so containerizing these may be a safe bet. 

Perhaps you’ve hosted some of these visitors during winter months:

Jade plant Crassula ovata. Mine is a cutting from my mother’s immense container plant that lived on a balcony in direct afternoon sun in California for years.  Originally part of a diverse plant genus from Africa, the Jade plant has undergone a variety of scientific classification name changes.  This is a popular indoor only houseplant that can thrive on neglect!  My only issue is susceptibility to mealy bug.  At least once a year I find myself gently cleaning leaves w/q-tips, alcohol and soapy water.  These varieties are popular in small terrarium size plants or as large container plants. It does bloom, but more frequently in larger mass plantings. They will not overwinter outside at our altitude but may be content with an occasional secluded warm afternoon on an outside deck. Water is stored in the leaves, stem and roots.  Roots can do well in compact container settings.

Aloe pup 
Aloe Vera Aloe barbadensis.  Aloe is a good specimen to have in a container for the dramatic leaves as well as for its medicinal qualities.  Break a leaf spike off and you’ll find a gel good for burns and minor cuts.  Because I ignored this plant for quite a while, other than occasional watering, I learned what plant pups are!  Like many succulents, this plant reproduces by growing ‘pups’ from a main root. (Also referred to as offsets, or root portions that develop leaves and sprout a new plant).  Break pups off carefully, soak for 24 hours prior to re-potting and you have a new plant.           

Hens and Chicks Easily one of the most popular of so many colorful and unique Sempervivums.  Check the cultivar for hardiness.  Good in containers as well as planted in the right site.

Snake Plant Sansevierratrifasciata Popular as the Snake Plant or Mother-In-Law’s tongue among interior plant circles, but it is actual a succulent from Africa and Madagascar.  It’s low-light and easy maintenance needs are alluring.  Caution … this is a plant not meant for outdoor containers or use.  It’s perfect for an indoor succulent specimen.

Sansevierra pup
Pencil Cactus Euphorbiaceae tirucalli This is one of the first and more unique succulents I learned about upon moving to Colorado.  It is not an actual cactus despite the name, but a true succulent.  It is part of the Euphorbia family.  Members of this family can be annual, perennial, evergreen, shrub-like in gardens or even tree-like.  My initial encounter was a unique 5’ tall interior specimen.  Years later, I still like the vertical, simple nature of the plant and have a 6” high specimen in a terrarium bowl.   A characteristic this family all shares is the milky white sap that can irritate or be toxic to people and animals.  If you’re taking cuttings for propagation, wear gloves and don’t go near your eyes while handling anything w/sap.  There are more varieties that can be planted in outside beds in warmer zones, but not for our cold.  Keep in mind this family includes spurge varieties and even poinsettias!

Pencil cactus container growth
Stone succulent
Stone Plant Lithops marmorata I’ve always thought these small, funny ‘living stone’ succulents looked intriguing.  I became more interested by these as I’d pass large trays of 2” pots for sale at box store garden centers. From South Africa originally, they grow to mimic the rocks and dry environment they grow among. They will test the most determined grower!  Sometimes they split, sometimes they bloom and sometimes they just die!  I’ve discovered The Denver Botanic Gardens has a bed of them in their Steppes gardens to promote education about the threatened Steppes regions around the world.  The stems and roots are underground, while large rounded   leaves store water.  These are highly sensitive to cold and water, so require protection in winter months the payoff is the interesting addition to a xeric or rock garden space in your yard.  Leave them alone and they’re happy when dry and warm.


These are just a few of my winter houseguests, but as I pass through garden centers now, I think perhaps I need to add a few new varieties to my deck containers this coming season.  A great reference tool for anyone interested in succulents or cacti  is Hardy Succulents by Gwen Moore Kelaidis, Storey Publishing, 2005. Currently it seems everyone is selling containers filled with multi-colored varying succulents, so it’s good to know what can work for your own house and garden environment.  Enjoy the fun!

Selasa, 07 Mei 2019

CARA PEMBIBITAN PEPAYA SERTA CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN PEPAYA


Sebenarnya bibit pepaya banyak dijual ditoko pertanian dengan harga murah sekitar Rp.25.000 per bungkus. Namun sayangnya, kita tidak tahu apakah pepaya yang ditanam itu berjenis kelamin jantan, betina, atau sempurna (banci) sampai ia berbunga pada usia sekitar 4-5 bulan. Kalau ternyata pepaya sempurna berbahagialah karena kita akan menikmati buah yang besar, lebat, berdaging tebal, sempurna. 

Kalau ternyata betina, pepaya masih mau berbuah namun buah bentuknya akan membulat dan berdaging tipis. Namun jika pepaya jantan, maka bersiaplah menikmati urap bunga pepaya setiap hari karena pepaya jantan tidak akan berbuah.


Nah sebelum kita pelakukan penyemaian bibit sebaiknya kita melakukan penyeleksian bibit untuk menentukan jenis kelamin bibit pepaya apakah jantan, betina, atau sempurna. 

Berikut ini langkah-langkah menentukan jenis kelamin pepaya:
  • Ambil buah pepaya yang bagus, dengan ciri buahnya memanjang, bebas penyakit, dan tidak cacat. Biarkan buah tersebut matang dengan sendirinya di pohon. Akan lebih baik jika buah yang akan kita jadikan bibit ini penyerbukannya dulu terkontrol. Caranya dengan membungkus semua buahnya dengan kain sejak masih berupa bakal buah. Hal ini agar terjadi proses penyerbukan sendiri.
  • Potong pangkal buah kurang lebih 1/3 bagian buah, kemudian pangkal kita sisihkan.


Ambil buah pepaya yang bagian ujung hingga tengah kemudian kita belah dan kita ambil bijinya. Kita hanya mengambil biji yang berada di ujung sampai tengah buah, sebab inilah yang akan tumbuh menjadi pohon sempurna dari pada yang berada di pangkal.


Biasanya biji pepaya ada beberapa warna, hitam, putih pucat, dan semu kecoklatan. Pilihlah biji yang berwarna hitam saja.
Cuci biji dengan air bersih, remas perlahan unutk membuang lapisan tipis yang membungkus biji.
Kemudian biji pepaya kita jemur angin hingga kering (tidak terkena matahari langsung).

BACA JUGA
BUDIDAYA TANAMAN PORANG YANG PUNYA PROSPEK TINGGI
PEDOMAN BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA

Proses Penyemaian Biji Pepaya

Sebelum memulai penyemaian benih, sebaiknya benih dikecambahkan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya.

Caranya adalah:
  • Siapkan air hangat kuku.
  • Rendam biji pepaya ke dalam air hangat selama satu malam.
  • Pilih biji pepaya yang tenggelam atau tidak mengapung di air.
  • Siapkan kertas tisu dan basahi dengan air. Bisa juga menggunakan kertas koran.
  • Tebar biji yang telah direndam ke atas tisu, kemudian tutup atasnya dengan tisu yang lain dan basahi dengan air.
  • Masukkan benih yang telah dibungkus tisu ke dalam besek bambu atau tempat lain yang serupa. Besek atau wadah harus bisa tembus air atau mengalirkan air.
  • Taruh wadah/besek ketempat yang terkena sinar matahari, namun tidak terlalu terik. Kira-kira bersuhu 30 derajat celcius. Benih akan berkecambah pada hari ke 7-10.
  • Jika terdapat biji yang berkecambah sebelum 7 hari singkirkan.
  • Sembari menunggu biji berkecambah, kita siapkan polybag untuk penyemaian. Polybag yang digunakan biasanya berukuran 9×10 cm. Isi polybag dengan media tanam berupa tanah, pupuk kompos/ kandang, dan arang sekam.
  • Setelah benih berkecambah, pindahkan ke dalam polybag semai yang sudah kita siapkan.
  • Setelah bibit selesai dipindahkan ke polybag, siram sampai lembab. Kemudian letakkan polybag-polybag tersebut ketempat yang ternaungi dari kucuran hujan, sengatan matahari, dan terpaan angin. Untuk menaungi bibit biasanya digunakan plastik bening atau paranet.
  • Jika bibit sudah berumur 2-2,5 bulan, bibit siap untuk ditanam. Untuk kebutuhan benih pepaya sekitar 60g/H.
Cara Melihat Jenis Kelamin Pepaya dari Bunganya
membedakan jenis kelamin pepaya

Jika benih pepaya sudah kita tanam, amati saat pepaya berbunga untuk pertama kali. Bunga pepaya akan tumbuh pada ketiak daun. Bila terdapat bunga yang tumbuh tunggal berarti bunga betina atau sempurna. Bila muncul bunga berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan. Cabut pohon dan ganti dengan bibit lain. bila terdapat bunga yang tidak berkelompok namun memiliki putik dan benang sari berarti jenis banci/hermaprodit/ sempurna, ini yang paling bagus.

Minggu, 05 Mei 2019

TEKNIK BUDIDAYA JAMBU BIJI SUPAYA BERBUAH CEPAT



Menanam jambu biji sebenarnya bukanlah perkara yang sulit mengingat tanaman ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap lingkungan di wilayah tropis. Jambu biji memiliki begitu banyak varietas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Maka tidaklah heran jika banyak kalangan yang ingin berlomba-lomba untuk membudidayakan jambu biji.

Jambu biji dapat dibudidayakan melalui perkembangbiakan vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dilakukan dengan mencangkok ataupun okulasi, sedangkan generatif dilakukan dengan menanam biji. Untuk menghasilkan tanaman jambu biji yang lebih kuat dan berbuah lebat disarankan untuk menanam dari biji. Lebih lanjut dalam artikel ini akan fokus untuk membahas cara menanam jambu biji dari biji.

1. Pemilihan Bibit Unggul Jambu Biji


Jambu biji memiliki beranekaragam varietas. Tentunya, untuk memilih bibit jambu biji Anda harus menentukan terlebih dahulu varietas jambu biji yang ingin Anda tanam di pekarangan rumah Anda.

Setelah Anda memutuskan jenis jambu biji yang Anda ingin tanam, maka Anda perlu memilih buah jambu biji yang berkualitas sebagai upaya untuk mendapatkan biji yang juga berkualitas. 

Berikut adalah tips untuk memilih jambu biji.

  1. Pilihlah buah yang berasal dari tanaman induk.
  2. Pastikan buah sudah matang langsung di pohon, dengan ciri-ciri: kulit buah berwarna hijau kekuningan, lunak, dan aroma khas jambu biji sudah mulai tercium.
  3. Pilihlah buah jambu biji yang berukuran besar dan berat, dimana hal ini mengindikasikan bahwa kuantitas biji yang terkandung di dalamnya juga banyak.
  4. Hindari memilih buah yang sudah jatuh ataupun pecah.
Jika Anda sudah mendapatkan buah jambu biji yang berkualitas, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan biji dari buah jambu biji agar siap untuk disemai. Bagaimana cara memperoleh biji buah tersebut? Dan bagaimana proses persiapan biji buah jambu biji yang baik?

Mari kita ulas sedikit untuk langkah-langkahnya!
  1. Siapkan satu buah jambu biji
  2. Kupas buah jambu biji dan ambil bijinya
  3. Cuci biji buah pada air yang mengalir hingga bersih
  4. Rendam biji selama 3 – 6 jam dengan air
  5. Buanglah biji-biji yang mengambang
  6. Ambil biji-biji yang tenggelam
  7. Simpanlah biji selama satu hari
Setelah mempersiapkan bibit unggul jambu biji, selanjutnya mari kita cari tahu bagaimana cara menanam jambu biji dengan baik.

2. Persiapan Media Tanam


Jika Anda sudah siap dengan biji buah yang akan ditanam, maka langkah selanjutnya dalam tata cara menanam jambu biji adalah menyiapkan media tanam untuk penyemaian.

Media tanam yang digunakan dalam tahap ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit buah dari biji. Untuk melakukan penyemaian, maka siapkanlah alat dan bahan berikut ini.
  • Pot atau polybag yang telah dilubangi di bagian bawahnya
  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk organik, seperti pupuk kompos atau pupuk kandang
  • Cetok
  • Air secukupnya
Jika Anda alat dan bahan yang digunakan untuk menyemai bibit sudah lengkap, maka proses menanam sudah bisa untuk dilakukan.

3. Penyemaian


Dalam menanam jambu biji secara generatif atau dari biji, proses penyemaian menjadi hal yang cukup penting. Penyemaian dilakukan untuk merangsang biji buah untuk tumbuh dengan media mikro. Hal ini juga bertujuan agar bibit baru terhindar dari hama penyakit ataupun hewan pengganggu jika dibiarkan langsung ditanam di tanah.

Oleh karena itu, lakukanlah proses penyemaian di tempat yang aman dan strategis sehingga Anda dapat memantau pertumbuhan biji buah secara berkala. Penyemaian untuk benih jambu biji dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut, yaitu.
Campurkan pasir, tanah, dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1:1
  1. Masukkan campuran ke dalam pot atau polybag sebanyak ¾ bagian
  2. Biarkan selama dua minggu
  3. Letakkan biji di bagian atas campuran tersebut
  4. Tutupi dengan pasir
  5. Siramlah dengan air secukupnya
  6. Pantaulah pertumbuhan tunas jambu biji tersebut
  7. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara berkala
  8. Jagalah media tanam agar tetap lembap
Jika penyemaian berhasil, maka tunas akan dapat tumbuh dalam jangka waktu 20 – 30 hari. Sekitar 2 – 4 bulan kemudian bibit akan mencapai ketinggian kurang lebih 5 – 10 cm. Pada masa inilah bibit sudah dianggap siap untuk dipindahkan ke lahan yang permanen. Persiapan lahan permanen harus sudah disiapkan terlebih dahulu agar pemindahan bibit dapat dilakukan di waktu yang tepat.

4. Persiapan Lahan

Sembari menunggu bibit jambu biji tumbuh, lakukanlah persiapan lahan. Lahan yang dimaksud adalah lahan permanen yang digunakan untuk menanam jambu biji. Anda dianjurkan untuk menyiapkan lahan mulai dari dua minggu sebelum proses pemindahan bibit. 

Berikut adalah proses persiapan lahan jambu biji.
  1. Pilihlah lahan yang gembur, di area terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung
  2. Bersihkanlah tanah dari bebatuan dan rumput-rumput liar yang sekiranya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
  3. Galilah lubang sedalam 20 – 30 cm
  4. Buatlah bedengan di sekitaran lubang dengan tinggi 30 cm dan lebar kurang lebih 3 meter sebagai penunjang saluran air untuk tanaman
  5. Masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak ¾ bagian
  6. Biarkan lubang dengan pupuk selama dua minggu untuk mengupayakan kondisi tanah lebih stabil dan layak tanam
BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA SEPERTI :

5. Pemindahan Bibit Jambu Biji


Setelah lubang dibiarkan dengan pupuk selama dua minggu, saatnya untuk melakukan pemindahan bibit. Adapun beberapa langkah yang dapat diikuti untuk memindahkan bibit jambu biji ke lahan permanen adalah sebagai berikut.
  • Jika Anda menggunakan polybag, robeklah polybag.
  • Angkatlah tanaman dari pot atau polybag
  • Pastikan tanah ikut terangkat dan tidak hancur
  • Pindahkan ke media permanen dengan meletakkan di dalam lubang tanam
  • Pastikan posisi batang tanaman tegap lurus
  • Tutupi dengan tanah dan padatkan
  • Siram dengan air secukupnya
6. Penyiraman


Seperti halnya tanaman pada umumnya, tanaman jambu biji juga membutuhkan pasokan air yang cukup untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Tidaklah cukup jika hanya menyiram tanaman ini saat pemindahan bibit saja. Alangkah baiknya jika penyiraman dilakukan setiap hari secara rutin sebanyak dua kali.

Anda disarankan untuk melakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Waktu yang dianjurkan pada pagi hari adalah mulai dari pukul 7 hingga 9, sedangkan waktu yang dianjurkan saat sore hari adalah pada pukul 3 hingga 5 sore. Selain dari waktu tersebut, janganlah melakukan penyiraman.

Kuantitas air juga perlu diperhitungkan. Jambu biji tidak akan mampu bertahan jika mendapat pasokan air yang terlalu banyak atau tergenang air dalam waktu yang lama. Hal ini akan menyebabkan pembusukan tanaman jambu biji berlangsung dengan lebih cepat. Untuk itu metode penyiraman juga perlu diperhatikan dalam merawat tanaman jambu biji. Meskipun terlihat sepele, beberapa hal berikut terkait proses menyiram, harus diperhatikan.
  • Siramlah tanaman secara perlahan dengan air sedikit demi sedikit.
  • Jangan sampai ada air yang menggenang di atas media tanam.
  • Pastikan drainase atau saluran air pada tanaman sudah dibuat dengan baik.
  • Jika menggunakan pot atau polybag, pastikan sudah dilubangi di bagian bawahnya.
  • Jika langsung menanam pada media tanah, pastikan untuk membuat bedengan.
7. Penyiangan dan Penggemburan Tanah

Penyiangan merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman jambu biji dengan melindungi tanaman pokok dari tanaman-tanaman liar di sekitarnya. Tanaman jambu biji yang langsung ditanam di lahan tanah akan jauh lebih berisiko dikelilingi oleh tanaman liar jika dibandingkan penanaman yang dilakukan di pot.

Tanaman liar atau gulma akan menyerap nutrisi dalam tanah, yang kemudian akan berdampak pada tingkat nutrisi yang diserap oleh tanaman pokok. Jika nutrisi dalam tanah terbagi, maka pertumbuhan jambu biji pun tidak akan optimal.

Penyiangan atau pemberantasan gulma sebaiknya dilakukan secara berkala. Hal ini sudah dapat dipantau sejak 2 minggu setelah bibit dipindahkan ke media tanam permanen. Anda bisa memberantas gulma dengan menggunting, mencangkul, ataupun mencabutnya dengan tangan.

Di samping melakukan penyiangan, disarankan juga untuk melakukan penggemburan tanah secara berkala. Pantaulah keadaan tanah di sekitar tanaman jambu biji. Penggemburan tanah dapat membantu sirkulasi udara sehingga secara tidak langsung mampu menunjang pertumbuhan tanaman jambu biji dengan optimal.

8. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman jambu biji juga perlu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman jambu biji. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara berkala.
Berikan pupuk pada saat usia tanaman belum menginjak satu tahun. Pada fase ini, campuran pupuk yang baik untuk diberikan adalah pupuk kandang, TSP, Urea, dan ZK. Taburkanlah pupuk tersebut di area sekeliling tanaman jambu biji.
Fase kedua adalah saat tanaman jambu biji berusia 1 – 3 tahun (biasanya sudah melewati masa berbuah sebanyak dua kali), pupuk yang disarankan untuk diberikan adalah pupuk NPK dan TSP. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan sekali.
Di atas usia tiga tahun, pemberian pupuk hanya dilakukan jika tanaman dirasa tubuh kurang sempurna. Pada fase ini disarankan untuk memberikan pupuk kandang, TSP, dan NPK.

9. Proses Panen Jambu Biji

Setelah tiga tahun masa tanam, maka proses panen pun sudah dapat dilakukan. Sebelum memanen, pastikan buah yang dihasilkan sudah matang. Perhatikanlah ciri-ciri berikut untuk menentukan bahwa buah jambu biji sudah siap untuk dipanen.
  • Kulit buah berwarna hijau kekuningan dan mengkilap
  • Mengeluarkan aroma khas jambu biji
  • Tekstur buah lunak
Ketika buah jambu biji Anda memenuhi tiga ciri-ciri tersebut, maka Anda sudah diizinkan untuk memanen. Panen dapat dilakukan dengan memetik dan memotong tangkai jambu biji dengan alat potong seperti pisau atau gunting.

Pasca panen, Anda masih dapat memelihara tanaman jambu biji tersebut karena tanaman ini masih mampu menghasilkan buah di periode berikutnya. Tentunya, perawatan juga harus tetap dijalankan. Pemangkasan terhadap ranting-ranting yang sudah terlalu panjang atau tua juga dianjurkan untuk dilakukan guna merangsang pertumbuhan ranting baru.

Menanam Jambu Biji dalam Pot

Berikut adalah cara menanam jambu biji dalam pot yang dapat Anda praktikkan secara langsung di rumah dengan motede mudah.
  1. Siapkan bibit jambu biji, dapat berupa biji maupun potongan batang (metode stek).
  2. Campurkan tanah, pasir, dan pupuk organik (kompos/kandang), dengan perbandingan 2:1:1.
  3. Masukkan campuran ke dalam pot yang telah dilubangi di bagian bawahnya.
  4. Buatlah lubang di bagian tengah media tanam.
  5. Jika berupa biji, cukup diletakkan saja. Jika berupa potongan batang (metode stek), tancapkan dengan posisi tegap lurus.
  6. Tutupi dengan tanah dan padatkan.
  7. Siram dengan air secukupnya.
  8. Letakkan di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari
Jadi, begitulah cara menanam jambu biji dalam pot.

Syarat Tumbuh Tanaman Jambu Biji

Jambu biji merupakan tanaman yang dapat dikatakan mudah untuk tumbuh di berbagai tempat. Hanya saja kualitas buah yang dihasilkan serta kecepatan pertumbuhan tanaman akan berbeda di satu tempat dengan tempat yang lain. Ada beberapa karakteristik lingkungan yang disukai oleh tanaman jambu biji untuk tumbuh.
  1. Iklim tropis
  2. Kondisi angin yang kencang untuk membantu penyerbukan
  3. Curah hujan 1000-2000 mm/tahun
  4. Suhu udara 23-28 derajat celcius
  5. Kelembapan udara rendah (udara kering dan sedikit mengandung upa air)
  6. Tanah gembur dan kaya nitrogen
  7. Jenis tanah liat berpasir
  8. Ketinggian tempat berkisar 5-1200 mdpl

Jumat, 03 Mei 2019

Cool vs. Warm Season Vegetables



by Susan Carter, Horticulture Area, CSU Ext. Tri River Area
With the sun shining, birds chirping and moisture in the ground this year, many of us are eager to jump into the garden.  There are several good things to think about before you just go ahead and plant.  Living in the mountains can have its challenges.  Did you know for every 400’ higher in elevation that you lose the number of growing days?  However, other factors can determine your frost-free days.  When I lived in Silverthorne CO, 8730’, we had many cold mornings.  Silverthorne is in the Valley with the Blue River running thru town.  Cold air sinks and follows rivers.  Leadville’s elevation, which is 10,151’ but is a high flat area where cold can drain off to lower elevations.  Leadville has 87 frost-free days and Silverthorne has about 60 growing days.  Is it good to know your average last day of frost: https://www.weather.gov/gjt/avgfrostandfreezedates2 

I now live in Fruita and since it is lower in the Valley, it can be a good 10 degrees colder than Palisade.  This is why most of the fruit and vineyards are in Palisade and why crops like hay and wheat and some vegetables are further down the valley.  Fruita can have a 32-degree frost around Mother’s Day where Palisade can have its last frost date 3 weeks earlier.
CSU Dept. of Atmospheric Science image
For mountain gardens, cool season vegetables are your best bet.  Leafy greens like lettuce, kale and spinach work well.   Broccoli, Brussel sprouts, cauliflowers and many root crops like beets and onions are also great cool season crops.  So why aren’t warm season crops like tomatoes, peppers and squash a good choice?  Well, many of these warm season crops need night temperatures of at least 50 degrees and days up to 90 degrees Fahrenheit.  Moreover, I am not just talking air temperature.  These plants prefer soil temperatures of at least 60 degrees.  Even at lower elevations, these plants are planted too early in the season will suffer from that cold stress and are prone to developing viruses and not thriving.  https://planttalk.colostate.edu/topics/vegetables/1806-growing-cool-season-vegetables/ 

On a smaller scale, you can use microclimates around your house to allow for a longer growing season.  There are methods of season extension that you can use such as frost blankets, walls of water, cold frames, plastic mulches and low or high tunnels formerly called hoop houses.  Being a plant geek, I had to experiment and try plants at high elevation.  My husband would laugh at my attempt every year to grow tomatoes.  I would plant them in dark pots, in mostly sunshine and place them against our homes wall under the overhang to get extra warmth and protection from the frost and cold.  I purchased Siberian tomatoes, which only need 55-60 growing days to develop.  Now growing days does not include seed to maturity, you have to add in time from seedling to germination to seedling plant before you can plant outdoors.   In this example, growing days equaled frost free days not optimal growing days as that is all I had to work with.  For all my effort, I typically would get about 3 small to medium tomatoes, but hey I grew them at high elevation.
CSU does not endorse any seed company. 
This just shows a shorter season tomato variety.
Now I could have used other methods of season extension to grow my tomatoes as mentioned above.  I did however grow many cool season crops like lettuce and spinach.  Did you know years ago there were lettuce farms in Silverthorne?  Sometimes it is much easier to grow what grows best in your area.  Depends on how much time, effort and money you want to put into it.  Happy Growing Season.

Rabu, 01 Mei 2019

PANDUAN MEMILIH MERPATI DENGAN MELIHAT WARNA MATANYA

Saat seekor burung merpati sedang dipegang atau dijemur, terlihat mata dan kepalanya melirik ke atas karena mungkin melihat burung lain yang sedang terbang. Maka anda akan bisa memastikan bahwa mata dari burung merpati anda dalam keadaan baik.

Sifat dari setiap warna lingkaran luar dari mata burung merpati:

Mata merpati berwarna warna kuning:
  • Burung tersebut gampang dilatih tetapi mudah hilang.
  • Gampang dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja.
Mata merpati berwarna merah asem: 
  • Burung tersebut agak susah dijodohkan tetapi, anda akan puas karena burung merpati dengan mata merah asem sangat mudah dilatih dan tidak mudah nyasar alias anda akan lama memiliki burung ini.
  • Siang hari bolong pun burung tersebut akan tahan terhadap cuaca panas.
  • Untuk burung tinggi jangan diterbangkan terlalu sore karena burung dengan mata ini bisa-bisa tidak pulang, tetapi jangan khawatir biasanya besoknya pulang.
Mata merpati berwarna putih atau mata air:
  • Cocok untuk diterbangkan sore hari.
  • Tetapi tetap bukan semata-mata mata air, burung dengan jenis mata ini bisa diterbangkan pagi, siang, sore.

Mata merpati kanan kiri berlainan warna:

  • Burung tersebut mudah untuk dijodohkan dan tetapi dengan betina dengan warna bulu tidak tunggal.
  • Siang hari bolong pun burung tersebut akan tahan terhadap cuaca panas.

Mata merpati berwarna Hitam:
  • Lebih baik anda tidak memiliki burung dengan jenis mata warna hitam. Saya tidak pernah melihat burung merpati jago dasar atau tinggian dengan warna mata hitam (konot).
  • Mata merpati berwarna Kuning dengan lingkaran bagian luar warna merah:
  • Burung tersebut mudah dijodohkan dengan warna bulu betina apa saja.
  • Penglihatannya lebih tajam. Warna mata seperti ini banyak dimiliki oleh burung merpati aduan baik tinggi atau merpati balap / dasar.
  • Tidak tahan terhadap jam terbang berlebihan. Mata seperti ini cocok diterbangkan pagi, siang, sore tetapi jangan berlebihan. Cukup 2-3 kali pagi dan sore atau pagi dan siang.

Beranda pertanian masa kini