Minggu, 23 Juni 2019
3 Penyebab dan Cara Pencegahan Bolting Pada Tanaman Selada
Tanilokal - Selada merupakan salah satu tanaman yang paling mudah untuk dibudidayakan. Tapi tidak jarang kita mendapati tanaman yang satu ini mengalami bolting padahal usia tanamnya masih muda.
Apa itu bolting ?
Bolting merupakan fenomena alami yang terjadi pada tanaman saat memasuki fase generative. Yaitu fase di mana tanaman mulai menghasilkan bunga yang nantinya akan menjadi biji. Ciri tanaman selada yang mengalami bolting adalah batangnya tumbuh tegak ke atas yang kemudian bunga akan muncul di pucuk tanaman.
Ketika tanaman selada mengalami bolting akan mengeluarkan senyawa yang bernama Sesquiterpene lactones. Senyawa tersebut dibutuhkan untuk pertahanan diri dari serangan hama serangga pemakan daun dan batang.
Sayangnya senyawa Sesquiterpene lactones ini lah yang menyebabkan rasa daun selada menjadi sangat pahit sehigga tidak dapat dikonsumsi. Sedangkan ketika tanaman sudah mengalami bolting tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikannya.
Namun jangan khawatir, kegagalan bukanlah akhir segalanya. Untuk itu mari kita ulas 3 penyebab dan cara pencegahan agar selada yang ditanam tidak lagi mengalami bolting.
1. Suhu udara yang panas
Selada (Lactuca sativa L) termasuk dalam kategori tanaman yang cocok dibudidayakan di daerah dingin atau pegunungan, sama seperti halnya tanaman stroberi, brokoli, bit root, wortel dan seledri. Ketika kondisi lingkungan tidak sesuai dengan tempat tumbuhnya, maka tanaman akan segera memasuki fase generatif.
Maka dari itu sebelum melakukan penanaman selada, perhatikan kondisi lingkungan tempat budidaya. Apabila suhu udara lokasi budidaya cukup panas, Anda dapat memberikan naungan buatan berupa paranet dan blower.
Sedangkan untuk budidaya selada di dalam greenhouse, sebaiknya dilakukan pemasangan blower dan pendingin. Di mana suhu yang optimal untuk pertumbuhan selada berkisar antara 18-24 C.
2. Panjang hari dan lama tanaman mendapatkan sinar matahari
Indonesia yang beriklim tropis memiliki panjang hari 8-10 jam. Sedangkan di daerah dataran rendah saat memasuki musim kemarau dapat mencapai 12 jam.
Karena secara genetis tanaman selada memiliki jam biologisnya sendiri, maka ketika lama penyinaran yang didapatkan oleh daun lebih dari 8 jam tanaman akan segera mengalami bolting.
Khusus bagi yang membudidayakan selada di daerah panas, dapat dilakukan pencegahan dengan cara menanam di awal musim hujan atau di awal musim kemarau.
Apabila masih ditemui selada yang mengalami bolting, berikan naungan berupa paranet dengan serapan sinar 30%.
3. Stres cekaman panas karena tanah yang kering
Tanaman selada menyukai kondisi tanah yang gembur, subur serta kelembabannya tinggi. Sering kali saat memasuki musim kemarau maka tanah tempat budidaya akan mengalami kekeringan. Kondisi ini juga menjadi penyebab bolting pada tanaman selada yang masih muda.
Untuk itu apabila tanah mulai terlihat kering lakukan penyiraman secara berkala. Penggunaan mulsa penutup tanah berupa jerami padi juga dapat mencegah penguapan air yang berlebihan.
Selain itu tanah yang subur dan kaya bahan organik juga memiliki daya menyimpan air yang lebih tinggi.
Salah satu metode untuk meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah adalah dengan menambahkan pupuk organik yang terbuat dari fermentasi kotoran ternak maupun sisa-sisa tanaman.
Penggunaan pupuk kandang atau pupuk kompos untuk budidaya selada minimal 15 ton/ha atau 3 kg/meter persegi.
Meskipun budidaya selada tergolong mudah, namun ketika kondisi lingkungannya tidak sesuai maka pertumbuhannya pun akan terhambat.
Untuk itu pastikan seluruh aspek yang dibutuhkan oleh tanaman terpenuhi dengan baik. Agar supaya kerja keras dan waktu yang sudah Anda curahkan selama melakukan proses budidaya selada dapat menghasilkan produk yang terbaik.
Referensi :
Lannotti, M. The spruce. (2018). Why lettuce bolts and how to stop it
Zelitch, I. Fine gardening. (2019). Why lettuce bolts.
Gardening channel. (2019). Preventing bolted lettuce
Vanheems, B. Growveg. (2016). How to prevent bolting in vegetable crops
Gambar :
https://www.hydroexperts.com.au/buying/resource-library/grow-knowledge-database/tips-for-preventing-bolting-lettuce-plants/
https://www.garden.eco/lettuce-bolting
Berikut Manfaat Selada Romaine Untuk Kesehatan
Tanilokal - Di dalam selada romain setidaknya terkandung mineral seperti potassium, kalsium, magnesium dan phosphor. Kandungan vitaminnya pun juga cukup banyak meliputi vitamin K dan beta karoten yang nantinya di dalam tubuh akan dirubah menjadi vitamin A, folat, vitamin C dan molybdenum
Sepintas dari segi bentuk fisik selada romaine sedikit banyak mirip dengan sayuran sawi. Namun dari segi rasa saat dimakan akan muncul aroma seperti selada keriting.
Hanya saja selada romain memiliki tekstur daun yang lebih renyah serta terdapat rasa buah jambu yang sedikit pahit. Selain itu, sayuran selada daun ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Kandungan kalorinya yang rendah juga sangat cocok untuk dijadikan menu diet.
Dari namanya kita sudah bisa menebak dari mana sayuran daun yang satu ini berasal yaitu Roma, Italia. Selain itu sayuran selada romaine juga banyak dibudidayakan di daerah beriklim mediteran, seperti Spanyol dan Yunani sejak jaman dahulu.
Di mana penduduk Yunani kuno memanfaatkan sayuran selada untuk bahan makanan sekaligus sebagai obat terapi.
Manfaat Selada Romain Bagi Kesehatan Tubuh
Selain rasanya yang unik, berikut manfaat vitamin dan mineral yang terdapat pada selada romaine bagi tubuh;
Baik untuk kesehatan jantung
Kandungan mineral potassium dalam selada romain yang tinggi dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi resiko stroke. Menurut hasil penelitian potassium akan menjaga kontraksi otot pada jantung lebih stabil.
Dengan mengonsumsi selada romain secara rutin para ahli menemukan bahwa kandungan folatnya dapat merombak senyawa homocysteine.
Di mana senyawa kimia tersebut apabila tidak dirombak dapat secara langsung merusak pembuluh darah, sehingga meningkatkan resiko penyakit komplikasi pada jantung.
Antioksidan vitamin C yang tinggi dalam selada romain juga akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan kalsiumnya dapat menjaga dan memperbaiki kesehatan otot, tulang serta gigi sekaligus menjaga fungsi syaraf dan mencegah penyumbatan darah.
Selain itu vitamin K dalam selada romain yang bekerjasama dengan kalsium dapat mencegah pengeroposan tulang akibat osteoporosis.
Menjaga kesehatan mata
Vitamin A dari beta karoten yang ada di dalam selada romain juga sangat penting bagi kesehatan tubuh.
Vitamin A selain menjaga kesehatan mata juga baik untuk kesehatan jantung, ginjal dan hati, sekaligus membantu pertumbuhan sel.
Menurunkan kolesterol jahat
Orang dewasa yang secara rutin mengonsumsi makanan yang tinggi serat termasuk selada romain dapat menjaga level kolesterol dalam tubuhnya tetap rendah.
Para ahli menemukan bahwa serat yang yang terdapat pada selada romain ketika berada di dalam usus besar akan bekerja mengikat garam empedu dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
Proses tersebut sekaligus membuat tubuh memproduksi lebih banyak empedu yang akan memecah kolesterol jahat.
Berpotensi untuk pencegahan kanker
Menurut penelitian tingginya antioksidan serta folat yang ditemukan dalam selada romain maupun sayuran berdaun hijau gelap lainnya dapat menjaga tubuh dari munculnya kanker.
Mengingat manfaat selada romain yang kaya akan vitamin dan mineral tersebut, apabila dibarengi dengan pola gaya hidup yang sehat maka tubuh dapat terhindar dari berbagai jenis penyakit.
Mulai biasakan untuk mengkonsumsi selada romain secara rutin dan teratur namun tidak berlebihan agar dapat merasakan manfaatnya.
Referensi :
Johnson, J. Medical News Today (2017). What are the possible health benefit of romaine lettuce ?
Buttler, N, RD, LD. Healthline (2017). Does romaine lettuce have any nutritional benefits ?
Whfoods (2019). Romaine lettuce
Gambar :
https://www.medicalnewstoday.com/articles/319725.php
https://www.nbcnews.com/health/health-news/romaine-lettuce-safe-if-it-s-not-central-california-fda-n940426
Jumat, 21 Juni 2019
DON’T SQUASH THAT BUG!
by Ginger Baer
A new study shows 41 percent of insect species have seen steep declines in the past decade, with similar drops forecast for the near future. It is estimated that 40 percent of the 30 million or so insect species on earth are now threatened with extinction. The causes are not surprising, and have all been on the radar for decades. Deforestation, agricultural expansion and human sprawl top the list. The wide use of pesticides and fertilizer as well as industrial pollution are also taking massive tolls. Invasive species, pathogens and climate change are also getting punches in.[1]
‘Why is this such a big deal?’ you might ask, ‘I don’t need pesky mosquitoes all over me’… ‘Who needs those ants anyways?’… ‘Besides, those bugs are making a mess out of my garden. They make holes in my flowers’ leaves, and they mess with my lettuce and make it look really ugly.’
![]() |
| Ladybug devouring aphids |
Ecosystems can’t function without the millions of insects that make up the base of the food chain. We need those insects to pollinate our food chain. They are the sole food source for many amphibians, reptiles, birds, and mammals. Many insects are predatory or parasitic, either on plants or on other insects or animals, including people. Such insects are important in nature to help keep pest populations (insects or weeds) at a tolerable level. [2]
Birds need insects to fledge their chicks. Per Doug Tallamy (Bringing Nature Home) it takes 6,000 - 9,000 caterpillars to rear one clutch of chickadees. Even hummingbirds need insects to feed their clutches. They will eat upwards of 2,000 insects per day.
![]() |
| Hummingbird chooses bug over nectar |
Bird populations have decreased 50-80% in the past few decades. Two groups of birds have been especially affected: grasslands species, which have been hurt by the conversion of their habitat into farmland, and insect eaters such as swallows and flycatchers, whose decline is less obvious but may be a result of falling insect populations.[3]
“So, what does this have to do with me? What can I do?” Plenty! First of all, DON’T SQUASH THAT BUG! Next, take stock of what it is that you are planting in your garden. Native plants will support native bugs which will in turn support native birds. Ideally our gardens should have about 70% native plants in them. Flowers, bushes and trees that are native will support the native insect population. Do you have holes in your plants’ leaves? Celebrate! You know that you have a plant that will support a local insect, that will in turn support a local bird.
Are you inclined to clean up your garden in the fall when everything is turning brown and dying back? Please don’t clean up yet. Leave your plant material as it is until the spring. In doing this you will be leaving the seeds for the birds, areas of protection for the insects, and perhaps some structural interest in the bleak landscapes of the winter.
![]() |
| Healthy holey leaf |
CSU Extension has a great FREE publication listing native plants for gardens above 7500’. https://extension.colostate.edu/docs/pubs/native/Mountains.pdf
Some of my favorites that I grow at 8,600’ are: Rocky Mountain Columbine (Aquilegia caerulea), Bee Balm (Monarda fistulosa), Catmint (Nepeta faassenii), Chokecherry (Prunus virginiana) and Wax Currant (Ribes cereum).
Remember, NO insects = NO birds, NO fruits and vegetables and NO HUMANS.
Please DON’T SQUASH THAT BUG!
Senin, 17 Juni 2019
2019 Parade of Spring Flowers
by Vicky Barney
Vicky Barney gardens for wildlife and is a member of the Master Gardener Class of 2011.
After the long winter, flowers are a welcome sight. The parade of blooming flowers in Routt County started in mid-April with a few native blooming wildflowers, then a variety of bulbs, continuing with flowering shrubs and fruit trees. The view down Lincoln Avenue with crabapple trees in bloom is spectacular!
Spring blooming bulbs in my garden have put on quite a show as well, thanks to a previous owner. Appearing first were native glacier lilies and pretty blue glory-of-the-snow, then crocus. Next came the daffodils, along with grape hyacinth. Last to appear were the tulips. Miraculously, the tall tulips have remained largely intact, overlooked by hungry moose and impervious to more than one snowstorm.
Seeing color in the landscape as the snow melts is a cheerful sight. CSU Extension Fact Sheet No. 7.410 Fall-Planted Bulbs and Corms (https://extension.colostate.edu/topic-areas/yard-garden/fall-planted-bulbs-and-corms-7-410/, https://extension.colostate.edu/docs/pubs/garden/07410.pdf) provides instruction on how to select and plant bulbs. It also reminds gardeners to remove the withered flowers but do NOT cut the foliage until it completely dies back. Until then, photosynthesis continues and energy is stored in the bulb for next season.
Bulbs are easy to plant but have a couple of requirements that might be tough for the Routt County gardener. First, the bulbs must not be eaten by critters. Mice, squirrels, chipmunks, voles, and pocket gophers will happily make a meal of certain bulbs. In some parts of the county, gardeners will have no success growing tulips or crocus and will have better luck with less tasty daffodils, alliums and hyacinths. If the bulbs survive, though, they may not actually bloom. Moose have been known to eat the tulip buds in my neighbor’s yard, leaving beds of healthy but flowerless plants. Other critters enjoy the buds as well.
I get tripped up by the requirement that spring blooming bulbs must be planted in the fall. At that time of the year, my love of gardening is waning, the open spots for bulbs have disappeared beneath the foliage of other plants, and digging is harder. But I have a plan: 1) Take photos now of the available spots. 2) Have Fact Sheet No. 7.410 ready to follow and calendars marked for September planting. 3) Cross fingers the neighborhood critters will not eat the bulbs or buds.
Fortunately, if our efforts fail, we can count on Nature to provide next year’s Parade of Spring Flowers.
Vicky Barney gardens for wildlife and is a member of the Master Gardener Class of 2011.
Jumat, 07 Juni 2019
Growing Ornamental Grasses at Altitude
by Susan Scott
Gardeners in Steamboat are amazing! They deal with high altitude, cold temperatures, and most of all, very dry summers. I love to garden, but when the heat of summer arrives, I prefer to have really easy plants because I can’t find the time to tend the garden and I don’t have automatic sprinklers.
I have found several perennial ornamental grasses that are a great fit for Steamboat. They are very low maintenance: cold hardy; drought tolerant; will grow in sun or shade; deer resistant; pest and disease free; and, mostly tolerant of poor soil. The area I have placed them only receives approximately 4 hours of sun each day in summer. (Hint: more sun, more water yields bigger plants!)
I began with the tall, showy feather reed grass (Calamagrostis acutiflora“Karl Foerster”). It grows around 4’ tall with a reddish brown stalk in the spring, the tops feathering out with a beautiful golden wheat color. It provides a lovely backdrop that can “hide” objects like the electric meters, etc.
Next I found a Strawberries and Cream ribbon grass, or reed canary grass (Phalaris arundinacea) with white and green stripes and shades of pink throughout. It grows in big bunches approximately 2’ tall.
| Ornamental Grasses Photo by Susan |
I found lots of Blue Oat Grass (also called Blue Avena, Helictotrichon sempervirens) in the area, which is about 1’ tall and thick and bushy.
One of the staples of grasses grown locally is Elijah Blue Fescue (Festuca glauca) which has an attractive blue color and grows in low clumps that are good for edges.
I filled in with Japanese Blood Grass (Imperata cylindrica “Red Baron”) that has a cranberry red color and Prairie Dropseed (Sporobolus heterolepsis) to add color and variety.
These grasses are fast growing, very hardy, and easy to establish. The first year I mulched to keep down any weeds, but now that they have spread out, there is no room for weeds! I have added some more color with Catmint (Nepeta) because that is another perennial that takes very little care. Some of these grasses are considered invasive in other parts of the country, but here, they stay smaller because of the extreme climate.
Blue Grama (Bouteloua gracilis), a sun lover, is another popular grass (designated Colorado’s state grass) and Purple Fountain Grass (Pennisetum setaceum “Rubrum”), an annual, grows around town. Neither of these would work for me. I do minimal maintenance with my ornamental grasses. I only water once every two weeks (if that!) and cut them back before the first snow. Some people like to keep them tall until spring but I find that we have so much snow that it’s easier to cut them back in the fall. And that’s it! Enjoy the compliments of your visitors as they admire your handiwork!
Susan Scott was a Master Gardener in St. Louis at the Missouri Botanical Garden for several years before moving to Steamboat, where she volunteers with the local gardeners.
Senin, 03 Juni 2019
DON’T MISS THE WILDFLOWER DISPLAY OF 2019!
by Yvette Henson
CSU Extension, San Miguel Basin
As we know, summers in our mountains are short but glorious! If the snow ever melts this summer, the wildflower display should be one of the best ever! Go hiking and/or take a Native Plant Class! CSU Extension offers a variety of classes across the state as does the Colorado Native Plant Society. Be on the lookout for those and other native plant classes and field trips near you!
I am planning on spending as much time as I can in the mountains this summer and I hope to see some new things as well as old-favorites!
A plant I search out every year on my property at 8,400’ is stemless Easter daisy, Townsendia exscapa. It is blooming now.
![]() |
| Easter Daisy- photo by Yvette Henson |
A wildflower that I look for in late May is Erigeron compositus. I look for it growing on the shelfs of rock cliffs in a canyon near Rico at about 9,000’.
![]() |
| Erigeron photo by Yvette Henson |
Who isn’t delighted to stumble across a fairy-slipper orchid, Calypso bulbosa, growing in the deep shade of the subalpine forest?
![]() |
| Fairy slipper photo by Yvette Henson |
I am fascinated by the variety of paintbrushes (Castilleja spp.) that grow in Colorado, especially the ones that can be found growing above timberline in August!
![]() |
| Paintbrush photo by Yvette Henson |
Another beautiful plant that is blooming above timberline in late August, after the frosts have begun to kill the majority of other blooms, is Gentiana algida, arctic gentian.
![]() |
| Gentian photo by Yvette Henson |
Don’t let summer get away from you this year—get out and hike in our wonderful mountains and revel in the beauty of the views, the singing creeks and waterfalls and of course the wildflowers!
Jumat, 31 Mei 2019
Tired of Waiting! Instant Garden! Container Plants!
by Lorrie Redman
In the mountains, we always have to wait for the snow to clear, soil to warm up, and frost to end. I admit I am impatient and always have to find ways to garden before these events occur. I overcome my frustration by growing seedlings, potting Christmas bulbs, nurturing micro greens, and watering houseplants.
Come May though, I can’t control my need to garden and I want an instant garden. My solution is container planting. I can design, shop, plant and enjoy my mini gardens all in one day.
My three favorite mini gardens are shade containers, perennial containers, and herb containers.
![]() |
| Container garden by Lorrie Redman |
• Shade Containers add lots of color to problem areas that are hard to grow annuals in. I can add a container under a tree and bring interest and height in those spots that nothing else grows. Plants I like to use are begonias, coleus and, impatiens. There are so many new varieties to choose from and they have similar water and sun needs.
• Perennial Containers are wonderful because you get more for your money. You can enjoy them on your deck or patio all summer and then replant them into your regular garden in the fall. Plants I love to combine are salvias, rudbeckias, yarrows and lavenders.
• Herb Containers are edible and fragrant additions to your living space. Who doesn’t love to cook your favorite pasta sauce and grab a few basil leaves for flavor or chop up cilantro into your homemade salsa? With herbs, I love to use one herb per pot so I can control my plants watering needs. Then I group the containers together for a variety of textures and heights.
Container gardens do have some special considerations to think about before you plant. They include:
![]() |
| Perennial garden photo by Lorrie Redman |
Choosing a Container:
• Any container can be used but it must have good drainage and drainage holes so your plants do not become waterlogged.
• If choosing edible plants make sure the container is not made with toxic materials.
• Porous materials such as clay and wood need to be watered more often than non-porous materials like ceramic, plastic, and metal containers. Porous materials do offer more air circulation into the root zone.
Soil:
• Choose soil mixes that are free of insects, disease and weed seeds. It is recommended that you change out your soil yearly.
• Native soils are not recommended since they compact easily and prevent oxygen from getting to the root systems.
• Soil mixes vs soilless mixes tend to have some of the same ingredients but soilless mixes tend to be lighter. Research your plants to determine which medium is better for your choice of plants.
• These are problem areas for containers. Container do require more watering and fertilizing than your regular gardens.
• Containers tend to lose moisture faster since they are above ground and the number of plants in such a small space increases the need for more regular fertilization.
• Letting your pots dry out completely is not recommended since the finer roots will die and your plants will suffer.
• Even if you add slow release fertilizers to your soil mix it is recommended in Colorado to use additional soluble fertilizers to feed your plants.
• With increased watering and fertilizing good drainage is also necessary to reduce salt build up from added fertilizers. Recommendations include draining your saucers often and having containers that accommodate the root depth of your plants.
Now go out and create your own instant garden!
For additional information about container gardening, check out the CSU Extension Fact Sheet Container Gardens. https://extension.colostate.edu/docs/pubs/garden/07238.pdf
Sabtu, 25 Mei 2019
Jerami Padi, Solusi Mulsa Ramah Lingkungan Penyubur Tanah
Jerami merupakan limbah dari hasil panen tanaman sereal. Seringkali limbah berupa batang tanaman yang telah mengering ini belum ada yang memanfaatkan secara optimal. Selama ini jerami tersebut sekedar dibakar di lahan pertanian setelah proses panen selesai dilakukan.
Tidak hanya jerami padi, sisa tanaman tebu dan jagung pun juga diproses dengan cara yang sama. Dibakar.
Memang abu dari hasil pembakaran sisa tanaman ini akan menjadi pupuk sumber pospor dan kalium. Namun seperti yang kita ketahui ketika terjadi proses pembakaran maka akan dihasilkan zat pencemar udara berupa karbon monoksida dan karbon dioksida ke atmosfir.
Solusi yang paling murah, gampang, menguntungkan sekaligus ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan kembali jerami untuk aktifitas pertanian.
Cara Aplikasi Jerami Padi di Lahan
Terinspirasi dari ilmuwan jepang yang bernama Masanobu Fukuoka. Di dalam bukunya yang berjudul Revolusi Sebatang Jerami dijelaskan secara detail fungsi dan manfaat dari penggunaan jerami padi di lahan pertanian.
Cara penggunaannya pun gampang. Cukup ditebarkan secara acakr di atas bedengan. Sebaiknya jangan menata jerami dengan rapi berjajar. Ketika kita menata jerami dengan rapi berjajar maka sirkulasi udara dapat terhambat. Begitu pula air tidak dapat mudah masuk ke dalam bedengan. Dampaknya permukaan bedengan lama-kelamaan akan mengeras yang kemudian menghambat pertumbuhan tanaman.
Selain mencegah munculnya gulma, jerami padi juga sangat baik dalam menjaga kelembaban tanah. Pada beberapa kasus akan terlihat jamur yang muncul di permukaan jerami.
Tapi jangan khawatir. Jamur tersebut sedang mengurai jerami yang sudah mulai lapuk dan tidak akan mengganggu tanaman sayur yang masih hidup. Justru keberadaan jamur yang muncul dari jerami padi menandakan tingkat kesuburan lahan tersebut.
Semua jenis sayuran tumbuh dengan sangat baik ketika bedengan diberikan mulsa berupa jerami padi. Mulai dari tanaman bunga seperti brokoli, tanaman sayur kubis dan selada, serta umbi-umbian lobak merah dan bawang semuanya memberikan hasil panen yang sangat baik.
Jerami Padi Menjaga Habitat Organisme Tanah
Dunia pertanian sebenarnya tidak hanya sebaratas soal penanaman, pemupukan dan panen. Namun ada yang lebih penting dari aktifitas tersebut. Yaitu menjaga keberadaan organisme penghuni tanah yang membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman.
Jerami yang kita aplikasikan ke lahan akan memberikan fungsi seperti naungan
bagi permukaan tanah. Suhu tanah akan terjaga dan tetap lembab. Ketika suhu lingkungan sangat dingin, maka jerami akan menghangatkan tanah dibawahnya, begitu pula sebaliknya.
Kondisi tersebut akan menyediakan lingkungan yang sesuai dengan suhu yang optimal bagi pertumbuhan organisme penghuni tanah. Yang pada akhirnya proses perombakan senyawa sumber nutrisi bagi tanaman dapat berlangsung dengan baik.
Keberadaan organisme penghuni tanah mulai dari cacing, bakteri, jamur, nematoda memiliki peran yang sangat penting. Organisme tersebut merupakan kunci utama dalam penyediaan nutrisi siap serap oleh akar tanaman.
Seperti yang kita ketahui, pupuk yang kita berikan ke tanaman secara kontinyu tersebut belum bisa diserap oleh tanaman. Perlu dilakukan perombakan struktur kimianya terlebih dahulu. Sebagai contoh pupuk sumber N (Nitrogen). Biasanya pupuk yang diberikan berupa pupuk kandang atau POC. Kedua bahan tersebut mengandung senyawa N berupa amoniak, nitrat dan urea.
Bakteri akan memecah bahan sumber N tersebut melalui proses nitrifikasi. Yaitu pemecahan senyawa nitrat menjadi nitrit yang bisa diserap oleh akar tanaman. Tanpa keberadaan bakteri tersebut maka pupuk yang diberikan tidak dapat diserap oleh akar tanaman. Sangat penting kiranya bagi kita dalam menjaga kesehatan tanah agar organisme penghuninya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Untuk itu mulai biasakan menggunakan jerami padi sebagai mulsa penutup tanah. Selain gratis, hasil panen dari tanaman sayuran yang kita budidayakan dengan menggunakan jerami sebagai mulsa akan menghasilkan produk dengan kualitas yang sangat baik.
Jumat, 24 Mei 2019
Cara Budidaya Kol Merah Organik Bagi Pemula
TANILOKAL - Kol merah atau kubis merah merupakan salah satu sayuran daun yang sangat menarik untuk ditanam. Selain warnanya yang mencolok dan berbeda dengan jenis sayuran lainnya, warna merah keunguan tersebut menandakan kondisi kesuburan tanah tempatnya tumbuh.
Dari segi tekstur dan rasa, ada perbedaan antara kol merah dengan kol putih atau kol hijau. Daun kol merah lebih tebal dan padat dengan aroma earthy. Penggunaan kol merah pada makanan pun sering kali dijumpai dalam keadaan mentah atau dijadikan sebagai campuran salad.
Berikut cara budidaya kol merah bagi pemula di bawah ini.
Syarat Kondisi Lokasi Budidaya Kol Merah
Untuk dapat tumbuh dengan baik dan optimal, tanaman kol merah membutuhkan kondisi lingkungan yang dingin dan sejuk. Penanaman di lingkungan panas dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat karena cekaman panas. Gunakan paranet hitam sebagai naungan untuk mengurangi paparan sinar matahari yang diterima tanaman kol merah kalau ingin membudidayakan di daerah panas.
Ketinggian lokasi budidaya setidaknya 800 mdpl. Sedangkan kondisi tanah yang disukai oleh tanaman kol merah adalah tanah yang kaya bahan organik, gembur dan lembab. Tanah yang keras dan kering secara signifikan dapat menghambat pertumbuhannya.
Sistem perakaran tanaman kol juga sensitif terhadap genangan air. Buatlah parit atau saluran drainase di sekitar lahan untuk memastikan ketika turun hujan air tidak akan menggenang.
Pembuatan Bedengan dan Pemilihan Mulsa
Lebar kanopi tanaman dapat dijadikan sebagai patokan sejauh mana ekspansi sistem perakaran tanaman. Sebagai contoh apabila lebar kanopi 75cm, maka lebar bedengan juga 75cm. Pada dasarnya semakin lebar ukuran bedengan maka perakaran tanaman dapat menjangkau lebih banyak nutrisi yang ada di tanah.
Untuk tanaman kol merah dan brokoli ukuran bedengan yang saya buat lebarnya 80 cm dengan tinggi bedengan 15 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi dan kontur lahan. Namun supaya kita mudah dalam melakukan perawatan tanaman, sebaiknya panjang bedengan tidak lebih dari 10 meter. Sedangkan jarak antar bedengan minimal 50 cm.
Karena saya ingin mengaplikasikan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan, jenis mulsa penutup bedengan yang saya pakai menggunakan jerami padi kering. Dibandingkan mulsa plastik, jerami padi selain dapat terurai dan menjadi pupuk, juga memiliki kemampuan dalam menjaga suhu permukaan tanah tetap optimal. Sirkulasi udara dan serapan air juga jauh lebih baik dibandingkan dengan mulsa plastik.
Kondisi tersebut menjadikan tanah memiliki tekstur gembur kaya bahan organik yang baik bagi pertumbuhan akar tanaman sekaligus menyediakan rumah untuk berkembangnya organisme penyubur tanah.
Dalam waktu 1 bulan kalau kita buka jerami padinya akan banyak terlihat cacing tanah dan beragam jenis organisme pengurai yang beraktifitas di bawah jerami padi. Perakaran tanaman yang paling halus pun tumbuh dengan sangat baik sampai muncul ke permukaan tanah.
Kalau menggunakan mulsa plastik silver memang akan memberikan tambahan sinar matahari yang diterima daun untuk berfotosintesis. Tanaman akan lebih cepat tumbuh besar.
Kelembaban dan suhu tanah juga dapat meningkat jadi lebih hangat. Namun kalau kita lihat dari sisi kesehatan tanahnya sendiri, sebenarnya dampak negatif yang dihasilkan jauh lebih merugikan dari dampak positifnya.
Setelah masa tanam berakir kita akan mendapati tekstur tanah bedengan yang menggunakan mulsa plastik menjadi sangat keras dan kering. Dalam beberapa kasus permukaan tanah akan mengalami penggaraman yang ditandai dengan bedengan yang pecah-pecah dan berwarna keputihan.
Selain itu selama menggunakan mulsa plastik suhu tanah naik tidak terkontrol. Hal ini akan menyebabkan organisme pengurai di dalam tanah tidak dapat bertahan hidup.
Tidak lagi kita jumpai tanda-tanda aktifitas keberadaan cacing tanah. Ketika keberadaan organisme pengurai ini berkurang, dampaknya penggunaan pupuk menjadi tidak efisien. Tanaman akan membutuhkan lebih banyak lagi pupuk kimia yang diberikan setiap musimnya
Pembibitan dan Penanaman
Sebenarnya dalam dunia pertanian dan bercocok tanam aktifitas pembibitan adalah mutlak perlu. Alasannya cukup sederhana, yaitu memberikan kesempatan yang lebih besar pada tanaman untuk tumbuh dengan baik sampai dewasa.
Benih yang berupa biji kalau langsung ditanam di lahan terbuka kemungkinan gagal untuk tumbuh sangat tinggi. Hal ini dikarenakan banyak predator yang makanan utamanya biji dan benih yang baru berkecambah.
Selain itu guyuran air hujan dan sengatan panas matahari juga menjadi masalah utama perkecambahan pada benih yang ditanam langsung di lahan. Ketika turun hujan biji dapat terbawa oleh aliran air.
Kalaupun benih berhasil berkecambah, kondisi benih masih sangat lemah. Akibatnya ketika terkena paparan sinar matahari langsung daun semu dan akar yang baru muncul akan mengering karena terkena panas matahari.
Untuk itu pada tanaman kubis merah yang sifatnya terbilang cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan yang mendadak, sebaiknya dilakukan pembibitan terlebih dahulu. Saya melakukan pembibitan menggunakan tray plastik di dalam greenhouse sederhana dengan naungan plastik UV selama 2 minggu.
Salah satu kunci keberhasilan dalam pembibitan di sini adalah kondisi media tanam yang gembur.
Campuran pupuk kandang dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1 bisa dijadikan patokan utuk pembenihan semua jenis macam sayuran.
Pupuk kandang akan menyediakan sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh benih selama masa pertumbuhan, sedangkan sekam bakar dengan keampuan menahan airnya yang cukup tinggi akan menyediakan kondisi media tanam yang lembab.
Jarak tanam nantinya disesuaikan dengan target bobot panen. Kalau teman-teman ingin bobot panen sayur kol berukuran jumbo atau 1 kg lebih maka jarak tanam yang ideal 50 cm. Tapi kalau ingin ukuran krop sayur kol kecil atau di bawah 500 gr, jarak tanam cukup 30 cm.
Perawatan dan Pemupukan
Tanaman kol merah, brokoli, kembang kol, sawi dan pakchoy merupakan satu family tanaman dari golongan brassica. Maka dalam hal perawatan semua jenis tanaman sayuran tersebut sama. Begitu pula hama dan penyakit yang sering menyerang.
Hama yang paling umum dijumpai ketika menanam sayuran brassica diantaranya ulat daun plutella dan kutu persik. Pencegahan dapat dilakukan dengan menanam refugia atau tanaman pendamping. Bunga matahari, kenikir dan daun bawang bisa dijadikan solusi pencegahan serangan ulat dan kutu daun yang paling efektif. Namun apabila tanaman tetap terserang hama, sebaiknya dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik.
Ada satu teknik klasik untuk membasmi hama ulat daun. Yaitu mengorbankan tanaman dari jenis yang sama agar dimakan ulat. Tanaman yang cocok, murah dan cepat tumbuh adalah sawi. Ketika tanaman sawi mulai diserang hama segera cabut dan musnahkan dengan cara dibakar atau ditimbun di dalam tanah. Untuk memaksimalkan efek yang dihasilkan sebaiknya menanam tanaman pancingan tersebut 3 minggu sebelum dilakukan pindah tanam kol merah.
Untuk pemenuhan nutrisi tanaman dilakukan dengan cara pemupukan susulan yang dilakukan setiap minggu. Seperti yang kita ketahui pupuk dasar atau pupuk kandang yang diberikan sewaktu pembuatan bedengan tidak dapat langsung dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi oleh perakaran tanaman. Perlu terjadi proses perombakan terlebih dahulu oleh organisme di dalam tanah.
Agar tanaman dapat segera tumbuh dengan cepat, maka perlu dilakukan pemberian nutrisi yang siap serap oleh akar tanaman. Untuk itu kita gunakan pupuk POC (Pupuk Organik Cair) yang terbuat dari fermentasi urin kelinci dengan EM4. Berikan POC yang telah dilarutkan dengan air bersih. Perbandingan yang optimal adalah 1:10.
Berikan larutan POC yang telah diencerkan ke setiap tanaman di bedengan dengan cara dikocor di sekitar tanaman. Dosis yang digunakan adalah 1 gelas atau 300 ml untuk setiap 1 tanaman yang diberikan setiap 1 minggu sekali.
Langganan:
Postingan (Atom)
Beranda pertanian masa kini
-
Tanilokal - Buah Crown melon sudah lama dikenal sebagai “king of fruit” nya Jepang. Di mana proses budidaya melon dari varietas muskmelon in...
-
by Sandy Hollingsworth In talking with other Master Gardeners, I’ve found some faithfully rely on soil temperature when planting while othe...
-
TANILOKAL - Satu lagi kabar gembira buat yang hobi menanam sayuran. Sekarang sudah ada benih brokoli hibrida lokal yang dapat tumbuh di data...

















